Kurikulum Satuan Pendidikan

9 10 2006

Sejumlah Sekolah Masih Kesulitan Menerjemahkan Standar Isi Versi BSNP

Jakarta, Kompas – Sejumlah sekolah mulai berusaha menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang mengacu pada Standar Isi yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan. Sosialisasi dan pelatihan-pelatihan pun mulai diselenggarakan.

Namun, sejauh ini guru dan sekolah sebagai pelaksana masih meraba-raba penerjemahan kurikulum tersebut. Mereka juga khawatir kekurangan buku pegangan sebagai bahan ajar.

Hasil pantauan ke sejumlah sekolah di Jakarta, pekan lalu, menunjukkan bahwa kesulitan dan kerumitan itu terutama dirasakan oleh guru di sekolah yang tidak sempat merasakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Tiba-tiba kini mereka diarahkan menjalankan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

Belum diterapkan

Maemunah selaku Kepala SD Negeri Palmerah 07 Pagi, Jakarta Barat, mengaku sudah mendapatkan penjelasan terkait dengan pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Begitu pun sejumlah guru dan kepala sekolah yang ditemui terpisah.

“Saya sempat ikut sosialisasi yang diadakan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat. Informasinya, di Jakarta pelaksanaan penuh kurikulum tingkat satuan pendidikan mulai tahun ajaran 2007. Akan tetapi, sekolah kami sendiri berkeinginan untuk memulai pelaksanaan kurikulum tersebut pada semester dua tahun ajaran ini supaya sekaligus mempraktikkan penggunaannya,” kata Maemunah.

Dengan adanya kurikulum tingkat satuan pendidikan itu, nantinya setiap sekolah mempunyai kurikulum berbeda-beda. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) hanya memberikan standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk tiap mata pelajaran, sebagaimana tertuang dalam Standar Isi yang sudah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional.

Bagi guru-guru di SD Negeri Palmerah 07 Pagi, perubahan itu cukup menyulitkan mengingat selama ini mereka menggunakan Kurikulum 1994. Sebaliknya, bagi sekolah yang telah menerapkan Kurikulum 2006—lebih dikenal sebagai KBK, kesulitan yang mereka rasakan tidak terlalu besar.

Mochamad Nasir, guru kelas VI SD Negeri Palmerah 07 Pagi, mengakui hal itu. Kalau pada Kurikulum 1994 materi yang akan disampaikan pada tiap mata pelajaran telah dirinci secara detail, pada kurikulum tingkat satuan pendidikan ternyata tidak demikian.

“Yang ada hanya standar kompetensi dan kompetensi dasar sehingga ada yang menyebutnya kurikulum dua kolom. Materi yang akan disampaikan selama satu semester, indikator, dan bahan ajar harus dirancang sendiri oleh sekolah dan guru,” ujarnya.

Sebaliknya bagi Ngajio, guru di SD Negeri Palmerah 15 Pagi, yang sebelumnya telah menjalankan KBK. Ia mengaku lebih mudah beradaptasi dengan model kurikulum baru tersebut. Waktu menjalankan KBK, kata Ngajio, guru bahkan telah belajar mengembangkan indikator-indikator pembelajaran dan menyusun langkah-langkah belajar.

Menurut Ketua Federasi Guru Independen Indonesia Suparman, kurikulum tingkat satuan pendidikan membutuhkan pemahaman dan keinginan sekolah untuk mengubah kebiasaan lama, yakni terlalu bergantung pada birokrasi.

“Jangan-jangan nanti sekolah hanya menduplikasi isi kurikulum lama tanpa memanfaatkan peluang yang ada untuk mengembangkan sekolah,” kata guru SMA Negeri 17 Jakarta ini.

Bandung curi peluang

Ketika guru-guru di Jakarta masih sibuk dengan program sosialisasi, langkah maju justru terjadi di Kota Bandung. Guru-guru di sini malah telah mendeklarasikan penggunaan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran 2006/2007.

“Penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan satu peluang bagi sekolah untuk mengurus diri sendiri, tidak hanya untuk manajemen sekolah, tetapi juga secara akademis,” kata Cucu Saputra, Kepala SMA Negeri 3 Bandung.

Hanya saja, diakuinya bahwa penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan perlu proses karena sudah terlalu lama sekolah diatur oleh pemerintah. Sekolah butuh sosialisasi dan proses pengalaman. “Pelatihan-pelatihan sudah ada, namun lebih banyak digagas oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran alias MGMP,” ujarnya. (INE)

Sumber: Kompas, Senin, 11 September 2006


Aksi

Information

27 responses

10 10 2006
Deni Triwardana

ya…KTSP itu KaTe Sia Pe ? sampai sekarang gak jelas katanya… kurikulum spesial untuk suatu sekolah saja… apa iya ?

22 11 2006
dedemit Jawa

KTSP??? dah ada bukunya kok,kmrn aku abis beli, mayan sih. Kalo pada pengen tau tentang tuh Kurikulum baru (KTSP), disitu dah diterangin semua. Terutama kalo pada mo buat RP ada smua kok.

3 12 2006
defrina esthi k

Minta info SDI sekitar cibinong, kualitas akademik bagus tapi harga terjangkau dan tidak untuk kepentingan bisnis semata.Thx.

5 12 2006
Andre

KTSP =Kurikulum Tidak Siap Pakai
Mungkin masih perlu perbaikan Bahkan perubahan.Mahasiswa Teknologi pendidikan Kudu Lebih KRITIS soal KTSP. Ni menyangkut Masa Depan Bangsa

12 12 2006
AJ. Timisela

Kalau punya silabus sosiologi ktsp tolong berikan ke saya. saya sangat membutuhkan karena saya baru ngajar mata pelajaran ini

20 12 2006
nisa

saya masih bingung dg KTSP, kemaren saya dah sempat mau nyusun proposal tentang evaluasi pembelajaran KBK. begitu cepatnya di ganti KTSP. aku jadi bingung. gimana ya caranya biar ak bisa melanjutkan proposalku?
please…kasih solusinya

6 01 2007
denismail

Saya memerlukan contoh silabi mata pelajaran untuk SD berdasarkan KTSP. Hal ini sangat diperlukan oleh rekan-rakan guru dalam rangka penyusunan KTSP di sekolah masing-masing.
Mohon bantuan rekan-rekan untuk dapat membantu.
Ingat yang membantu pahalanya bear lho!
Wassalam

7 02 2007
kalea Dehan

waduh KTSP ternyata masih banyak yang belom tau termasuk ada seorang kepala sekolah gitu lho ga tau KTSP??tp kok bisa jd kepsek yaa???

10 02 2007
Pipiet

KTSP pertamanya memang membingungkan, selebihnya lebihh membingungkan, tapi itu wajar namanya juga proses berpikir perlu pemahaman mendalam. Untuk rekan2 pendidikan, khususnya Teknologi Pendidikan, KTSP memang memberikan peluang besar bagi sekolah untuk merancang kurikulum sekolah sendiri, sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Dalam pengembangannya memang perlu kesiapan dan dukungan semua pihak, guru, kepsek, walimurid juga, termasuk stakeholder terkait. Untuk itu perlu pemahaman yang jelas bagi seluruh pihak yang terkait untuk kemudian merancang kurikulum yang diinginkan. Untuk guru-guru bersiaplah untuk tidak tergantung dengan standar2 pendidikan dari pemerintah, tetapi cobalah belajar mengembangkan sendiri….mulai dari pembuatan indikator, perencanaan pembelajaran, juga silabus pembelajaran ……selamat mencoba, pelan-pelan saja, karena tahun 2009 masih cukup lama kan?

27 02 2007
irmarazak

Aspek penting yang tidak bisa dianggap kecil dalam pelaksanaan KTSP adalah peningkatan profesionalisme guru, termasuk didalamnya mengubah kebiasaan dalam penyusunan perencanaan. Artinya, teman-teman guru sudah harus membiasakan penyusunan rencana pembelajaran atau pelayanan bimbingan dan konseling secara lebih rinci, sehingga disparitas antara apa yang direncanakan dengan hasil pelaksanannya, dapat diperkecil. Disamping itu, dengan perencanaan yang rinci, para guru juga dapat membuat evaluasi secara objektif dan kuantitatif, tidak semata-mata naratif. Kalimat seperti “pada umumnya program dapat terlaksana,” tidak jelas ukurannya. Kadang-kadang kita sungkan mengatakan bahwa 60 % atau 25 orang sudah dari program yang disusun sudah selesai dikerjakan. Mudah-mudahan komentar ini dapat memotivasi teman-teman untuk secara tekun mengkaji program atau rencana pembelajaran secara lebih cermat.

13 03 2007
badcover159

ada KTSP komplit ga? Penting neh buat bahan skripsi. Klo ada kirim yawwww. Thanx

27 03 2007
Cucun Agustiyo

Harus ada perubahan dalam sistem pendidikan Indonesia tapi bukan berarti setiap saat dirubah tanpa ada persiapan dan sosialisasi yang matang. Saya butuh Perangkat mengajar KTSP kelas 7, 8, 9 SMP. Kirimi silabusnya dong… thanks.

22 04 2007
gurukemas

Kurkulum adalah merupakan alat perantara sebagai rambu-rambu, lha mbok yang namanya guru yang notabene sebagai agent utama kok sedikit sekali disentuhhhhh wah kayaknya masih perlu perjuangan yang berat ya. Untuk meningkatkan kualitas guru aja nggak jelas konsepnya.

21 05 2007
ipung

menurut saya dalam kapasitas sebagai pengajar SD, kurikulum baru ini sangat merepotkan. katanya penerapannya tergantung dan diserahkan pada masing-masing sekolah, namun di lingkungan kerja saya, dalam satu dabin yang terdiri dari beberapa sekolah digunakan bahan yang sama, ya silabus, rpp, dan pemetaan. justru dengan adanya penyeragaman dalam satu dabin ini, membuat kami sangat kerepotan karena harus menyesuaikan dengan sekolah lain yang tentu saja kondisi siswa didiknya tidak sama. sungguh merepotkan. bisa ga si pemerintah membuat sistem yang lebih baik?

2 07 2007
hadi sulman.S.Pd

kenapa sih pemerintah setiap tahun ajaran baru selalu mengganti kurikulum sedangkan kurikulum yang lama aja banyak guru – guru yang belum mengerti, setiap tahunkan ada kurikulum baru, supaya orang2 cepat mengaerti tolong dituliskan juga contoh – contoh dari kurikulum yang terbaru.

29 08 2007
yuli

emang ktsp ini sangat membingungkan karena namanya ajay yangberubah2, toh bentuknya sama juga ama yang punya doeloe………..
malah lebih enakan yang dulu lagi. kalo emang mau mutu pendidkan di indonesia ini tambah maju. jangan biarkan GURU MENGHABISKAN WAKTU BERPIKIR untuk membuat rpp or semacam itulah namanya,karena waktu yang dihabiskan bisa merugikan waktu belajar si anak didik. jadi tolong banget ya terutama atasan atau semacam dinas pendidikan gitu nyediain yang namanya rpp siap pakai. jadi tugas guru tinggal menjalankan tanpa harus lagi menghabiskan waktu untuk hal yang tidak berguna. majulah pendidikan Indonesia dengan sarana dan prasarana yang bermutu.

6 09 2007
Yunus Anis

Bersyukur juga sih dengan diluncurkannya KTSP. itu artinya sistem pendidikan kita tidak mandeg. Gak jalan di tempat. Ada banyak peluang bagi beberapa sekolah yang ingin mengembangkan kekhasan lokal yang bisa jadi sebagai modal untuk berkompetisi dengan sekolah-sekolah lainnya. Saya kira yang bijak sih ga perlu sinis dulu lah dengan hal-hal baru. Cari tahu dulu lah, kumpulkan info sebanyak-banyaknya tentang KTSP, saya yakin itu jauh lebih bermanfaat.

7 12 2007
pihasniwati

ya saya setuju untuk lebih terbuka dengan hal dan pemikiran baru bagi pendidikan. tapi tidak berarti gonta-ganti model dalam waktu begitu cepat dong..,apa lagi soal implementasi kurikulum baru…butuh waktu untuk mencerna, melatih dan menerapkan. apa tidak lebih baik, pemerintah lakukan assessmen yang komprehensif, kemudian disainlah sebuah kurikulum yang komprehensif sekaligus fleksibel, sehingga bisa dipakai dalam kurun waktu yg cukup lama. salam simpati untuk para guru..

27 05 2008
saqy

assalamualaikum , saya minta bimbingan dr kakak2 semua . saya dapet pmdk di unj jurusan teknologi dan kurikulum pendidikan . kira2 menurut kakak2 ini saya ambil ga ? sebenernya jurusan teknologi dan kurikulum pendidikan ini mempelajari ttg apa aja si ? trus prospek kerjanya gimana ?
makasih bantuannya .
wasalamalaikum wr.wb

31 10 2008
Ardyan

lumayan

30 09 2010
Artikel tentang pendidikan « Mahendrues's Blog

[…] Kurikulum Satuan Pendidikan […]

4 08 2011
irfan fauzi

Kurkulum adalah merupakan alat perantara sebagai rambu-rambu, lha mbok yang namanya guru yang notabene sebagai agent utama kok sedikit sekali disentuhhhhh wah kayaknya masih perlu perjuangan yang berat ya. Untuk meningkatkan kualitas guru aja nggak jelas konsepnya.

5 08 2012
Jojon Sherant

kurukulum sebagai pedoman pembelajaran dalam pengajaran,,,,,,,,,,,,,karena itu, sebagai seorang guru perlu memahami kurikulum secara menyeluruh,,,,,,,,baik mengenai penyusunannya, pelaksanaannya dan pengembanganya di dunia sekolah………..? kurikulum adalah jantungnya sekolah,,,,,,,,,,,,,sebab tanpa kurikulum arah pembelajaran tidak tepat sasaran yang dituju,,,,,,,,,,,Jojon Sherant,,,,,,,,Weoe-Atambua,,,,,,,,,,,,?

11 08 2012
MUHAMMAD IQBAL BLOG. PENDIDIKAN ISLAM DAN PENGETAHUAN « saifulunmuha

[…] Kurikulum Satuan Pendidikan – Monday, October 09, 2006 – Teknologi Pendidikan […]

27 05 2013
hitechsemarang

yang dibutuhkan saat ini kurikulum yang bisa mencetak jatidiri pada siswanya,agar tidak terjadi perilaku menyimpang diluar jam belajarnya..

28 01 2014
desainlogo98

wuih bahasannya seru nih.. komen2nya jg bagus..

19 04 2015
A.Solihin

Wah sudah pada rame nich..maaf terlambat, tetapi lebih baik terlabat dari pada tidak sama sekali, ini udah jaman kurikulum 2013-2015…semoga nasibnya tidak sama seperti KTSP.. lanjut..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: