Kenapa Guru perlu Nge-Blog?

12 09 2006

Muhamad Ikhsan

Blog menjadi fenomena belakangan ini, apalagi setelah seminar “Blogging, Journalism, and Credibility: Battleground and Common Ground” di Universitas Harvard, AS, pada Januari 2006. Dimana persaingan bloggers dan journalists sempat mengemuka, karena mengingat reportase dan jurnalisme blak-blakan dapat dilakukan lewat blog, sehingga tak jarang para jurnalis dari mainstream publication merasa tersaingi. Mengapa? Sebab, mereka kehilangan monopoli dan kendali atas reportase suatu berita. Ini bukan hanya menyangkut cara reportasenya, tetapi juga dalam memilih apa yang cocok dan disukai publik, kata Eason Jordan, senior editor dan jurnalis dari CNN Network.

Power of Blog

Dalam konferensi para jurnalis di Universitas Harvard, terungkap enam pilar kunci yang membedakan blogging dengan saluran komunikasi lainnya.

  1. Publishable. Anda dapat langsung mem-posting berita. Mudah, murah, dan dapat dibaca di mana pun.
  2. Findable. Mudah ditemukan lewat situs pencari, berdasarkan subjek, nama penulis, atau keduanya. Makin tambun suatu blog, makin digemari.
  3. Social. Blogosphere cirinya adalah cuap-cuap. Percakapan yang menarik berdasarkan topik beralih dari suatu situs ke situs web, nge-link dari suatu link ke link lain. Melalui blog, mereka yang memiliki minat yang sama dapat membangun network atau berita lintas geografi.
  4. Viral. Informasi menyebar lebih cepat melalui blog dibanding news service. Saat ini tak ada viral marketing yang dapat menyetarakan kecepatan dan efisiensi suatu blog.
  5. Syndicatable. Content yang kaya mudah disindikasikan oleh siapa saja. Bayangkan dunia penuh dengan orang pandai, dan, lewat media blog, ribuan informasi yang tersebar dapat didapat.
  6. Linkable. Setiap blog nge-link ke yang lain, memiliki akses ke puluhan juta orang yang mengunjungi blogosphere setiap hari yang bercirikan komunikasi internet dua arah. Media blog itu bak supermarket tabloid, demikian Dan Gillmor, penulis buku We the Media.

Mengingat kekuatan dari blog tersebut, saya berpikir kiranya seorang guru perlu nge-blog, kenapa? Karena blog adalah media yang paling OK disamping untuk menambah wawasan sekaligus untuk eksistensi diri.

Kok bisa? Tentu saja, sebab dalam blog bisa;

  1. Menuliskan apapun tentang kegiatan di sekolah seperti; menceritakan kegiatan belajar yang menyenangkan bersama murid-murid, menceritakan inovasi dalam metode mengajar yang memang menarik minat dan bisa jadi contoh bagi guru-guru yang lain untuk dipraktekkan di kelas mereka, menuliskan uneg-uneg akan protes kebijakan sekolah selain jadi bahan melepas stres juga bisa sebagai ancang-ancang berargumen dengan kepala sekolah/kepala yayasan.
  2. Bisa menjadi cermin evaluasi diri karena tulisan-tulisan kita juga dikomentari oleh berbagai orang dengan berbagai sudut pandang sehingga kita juga belajar memahami berbagai karakter orang dan sudut pandang seseorang menyikapi masalah.
  3. Menguji kualitas tulisan-tulisan. Posting sebuah tulisan di blog. Kalau banyak orang yang menyukainya, maka sukses jadi penulis yang berbakat. Jika tak ada yang suka, berarti harus belajar lebih giat lagi untuk membuat tulisan yang menarik. Intinya, aktivitas blogging bisa menjadi sarana yang sangat jitu untuk mengevaluasi kualitas dan kemampuan.
  4. Bisa menjadi ajang sosialisasi dan menyusun kekuatan opini apalagi dengan teknologi sindikasi berita, link dan mesin pencari sekarang.
  5. Siapa tahu curhat, opini, dan protes-protes selama yang ditulis bisa jadi buku, sekaligus jadi pendapatan sampingan juga kan?

Pada pernyataan kesatu dan terakhir saya memberi perhatian lebih karena ketika saya bertemu Torey Hayden (penulis novel Sheila) di Jakarta 9 September 2004 yang lalu, saya berpikir keras kenapa guru-guru di Indonesia tidak bisa mengikuti jejaknya? Saya pikir pasti bisa dan pasti akan banyak penulis-penulis yang memang berasal dari guru. Ternyata guru perlu media yang bisa menjadi ruang berkreasinya.

APA ITU BLOG? (Sebuah Catatan Sebelum nge-Blog)

Sebuah Weblog , Web log atau singkatnya Blog , adalah sebuah aplikasi web yang memuat secara periodik tulisan-tulisan (posting) pada sebuah webpage umum. Posting-posting tersebut seringkali dimuat dalam urutan posting secara terbalik, meskipun tidak selamanya demikian. Situs web semacam itu biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Media Blog pertama kali di populerkan oleh Blogger.com , yang dimiliki oleh PyraLab sebelum akhirnya PyraLab diakuisi oleh Google.Com pada akhir tahun 2002.

Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan harian sampai dengan media publikasi dalam sebuah kampanye politik, program-program media dan korporasi. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif. Situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere . Bilamana sebuah kumpulan gelombang aktifitas, informasi dan opini yang sangat besar mengerupsi beberapa subyek atau sangat kontroversi dalam blogoshpere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm atau badai blog.

Karena semakin banyaknya pengguna fasilitas blog dan seringnya para pengguna blog yang sering berkunjung ke blog lain, maka lazim dibentuk sebuah organisasi atau komunitas kumpulan blogger.

Sejarah Blog

Blog pertama kemungkinan besar adalah halaman What’s New pada browser Mosaic yang dibuat oleh Marc Andersen pada tahun 1993. Kalau kita masih ingat, Mosaic adalah browser pertama sebelum adanya Internet Explorer bahkan sebelum Netscape . Kemudian pada Januari 1994, Justin Hall memulai website pribadinya Justin’s Home Page yang kemudian berubah menjadi Links from the Underground yang mungkin dapat disebut sebagai Blog pertama seperti yang kita kenal sekarang.

Hingga pada tahun 1998, jumlah Blog yang ada diluar sana belumlah seberapa. Hal ini disebabkan karena saat itu diperlukan keahlian dan pengetahuan khusus tentang pembuatan website, HTML, dan web hosting untuk membuat Blog, sehingga hanya mereka yang berkecimpung di bidang Internet, System Administrator atau Web Designer yang kemudian pada waktu luangnya menciptakan Blog-Blog mereka sendiri.

Pada Agustus 1999 sebuah perusahaan Silicon Valley bernama Pyra Lab meluncurkan layanan Blogger.com yang memungkinkan siapapun dengan pengetahuan dasar tentang HTML dapat menciptakan Blog-nya sendiri secara online dan gratis. Walaupun sebelum itu (Juli 1999) layanan membuat Blog online dan gratis yaitu Pitas telah ada dan telah membuat Blogger bertambah hingga ratusan, tapi jumlah Blog tidak pernah bertambah banyak begitu rupa sehingga Blogger.com muncul di dunia per-blog-an. Blogger.com sendiri saat ini telah memiliki hingga 100.000 Blogger yang menggunakan layanan mereka dengan pertumbuhan jumlah sekitar 20% per bulan. Blogger.com dan Pitas tentu tidak sendirian, layanan pembuat blog online diberikan pula oleh Grouksoup, Edit this Page dan juga Velocinews.

Sejak saat itu Blog kian hari kian bertambah hingga makin sulit untuk mengikutinya. Ribuan Blog kemudian bermunculan dan masing-masing memilih topik bahasannya sendiri, dimulai dari bagaimana menjadi orang tua yang baik, hobi menonton film, topik politik, kesehatan, sex, olahraga, buku komik dan banyak macam-macam lagi. Blog adalah daerah kekuasan si Blogger-nya tanpa ada editor atau boss yang ikut campur, tema segila apapun biasanya dapat kita temukan sejalan dengan makin bermunculannya Blog di Internet. Dan ya, ide itu telah terpikirkan, Blogger bahkan sekarang telah membuat Blog dari Blog, dan bahkan Blog dari Blog dari Blog.

Lalu apa gunanya membuat Blog? Apa yang mungkin didapatkan oleh seorang Blogger dalam usaha mengurus Blognya? Rabecca Blood menulis bahwa setelah ia membuat Blog-nya ada dua efek samping yang terjadi yang tidak ia perkirakan sebelumnya. Pertama ia menemukan kembali minatnya semenjak ia mulai membuat Blog. Dan hal kedua yang lebih penting, ia mulai lebih menghargai cara pandangnya sendiri.

Kamus Singkat nge-Blog

  • Blog adalah suatu diary online yang dibuat melalui internet atau web oleh individu (perseorangan). Kebanyakan blog dipelihara oleh orang-orang yang hanya sedikit tahu tentang desain website atau website development.
  • Blogger adalah seseorang yang mempunyai dan memelihara sebuah blog yang dibuatnya sendiri .
  • Blogging adalah aktivitas meng -update sebuah blog oleh seseorang yang memelihara posting blog ( biasanya oleh orang yang tidak professional).
  • Blog posting adalah informasi yang diletakkan pada sebuah blog yang secara kronologis dilakukan bersamaan dengan penambahan feature.
  • Weblog adalah nama lain untuk blog . Terminologi blog dipandang lebih baik daripada weblog .

Membuat Blog Sendiri

Seberapa susah membuat blog? Tidak lebih susah dari membuat email. Artinya kalau Anda memiliki email –dan membuat sendiri- biasanya akan terbiasa dengan pengisian form-form pendaftarannya. Sudah banyak website-website yang menyediakan layanan blog bagi anggotanya. Tapi sebagai pertimbangan, bisa dipikirkan hal-hal apa saja yang perlu digunakan dalam memilih blog.

  • akses cepat,
  • mudah digunakan,
  • ada fasilitas umpan balik.
  • ada sindikasi
  • punya koleksi template yang sudah jadi,
  • bisa diutak-atik (templatenya)

Berikut ini daftar website yang memberikan layanan weblog bagi anggotanya:

Blogger atau Blogspot

Blogger merupakan layanan blog gratisan yang lebih stabil dari yang lain-lainnya mungkin karena sekarang dia telah dibeli ( menjadi bagian dari ) Google. Dilengkapi builtin editor yang digunakan untuk menulis artikel karena dia sederhana dan ada fitur toggle untuk preview dan edit HTML.

Bisa diakses di http://www.blogger.com . Kelemahan blogger adalah adanya fitur yang hilang, yaitu fitur statistik. Tadinya fitur ini ada, tapi dihilangkan karena oleh Blogger.com dianggap memberatkan system mereka. Sehingga perlu sedikit tenaga ekstra memasang statistik sendiri, sudah banyak yang menyediakan statistik yang gratisan sehingga tinggal copy & paste saja. Oh, ya fungsi dari statistik ini adalah untuk mengetahui jumlah pengunjung yang datang dan membaca artikel di blog. Kelemahan lainnya adalah tidak menyediakan fitur tagboard (papan chatting) dan penyimpanan gambar.

Blogdrive

Blogdrive yang beralamat di http://www.blogdrive.com merupakan weblog yang cukup stabil dengan jumlah anggota yang lumayan banyak. Layananya hampir sama dengan blogger. Keunggulannya adalah adanya fasilitas tagboard dan ruang penyimpanan gambar. Namun koleksi template desainnya lebih terbatas dan tidak sebagus di blogger.

WordPress.com

Layanan yang bisa diakses di http://www.wordpress.com ini menggunakan software wordpress. Software ini merupakan software khusus dalam membuat weblog. Kebaikan layakan wordpress.com, sudah ada fitur statistiknya meskipun masih belum sempurna. Keburukan layanan wordpress.com adalah templatenya yang masih terbatas dibandingkan bila menggunakan software ini pada situs yang dikelola sendiri (membeli domain dan hosting).

WordPress memang software blog yang sangat ampuh sehingga tidak jarang banyak web-web blog yang lain menggunakan software ini sebagai layanan di web mereka.

Blogsome

Weblog ini menggunakan software wordpress. Kebagusan blogsome adalah dia menggunakan wordpress sebagai basisnya. Kekurangannya adalah template tema yang terbatas. Bisa diakses di http://www. blogsome.com.

Edublogs.org

Blog ini dikhususkan bagi kalangan pendidikan, dengan masih menggunakan software wordpress, bisa diakses di http://www.edublogs.org.

Efx2.com

Fitur tampilannya lebih berkesan fleksibel dan modern. Desain bisa diubah secara total atau hanya per-blok. Sebagai contoh, bisa mengubah desain untuk kolom bagian kanan saja dengan pergi ke menu untuk desain. Akses ke efx2.com juga relatif cepat.

Suasana komunitas di efx2.com juga sangat kental. Anggota saling mengunjungi blog . (Sebetulnya suasana ini juga ada di multiply.com) Fitur templatenya juga cukup fleksibel. bisa diakses di http://www.efx2.com

Jurnal di Multiply

Multiply lebih mirip disebut jurnal dari pada sebuah blog, karena layanan multiply lebih bersifat komunitas -seperti friendster- (akan tetapi untuk kalangan yang lebih “tua”). Layanan multiply memberikan fitur blog dalam bentuk “jurnal”. Selain itu juga ada kolom untuk melakukan review. Bisa di akses di http://www.multiply.com

Blog di Friendster

Semula Friendster tidak menyediakan layanan blog, namun belakangan mereka yang awalnya adalah web komunitas menyediakan juga fasilitas blog. Namun mayoritas pengguna Friendster adalah ABG.

Blog di Yahoo 360

Seakan tidak mau kalah dengan friendster, Yahoo pun membuat fitur weblog. Cukup dengan hanya memiliki account email di yahoo. Namun kelemahan dari Yahoo 360 –dan juga Blog Friendster-, karena mereka menyediakan blog bukan sebagai fasilitas utama sehingga kemampuan-kemampuan andalan dari blog seperti sindikasi tidak diperhatikan, selain itu untuk komunitas pun belum terlalu banyak.

Sebenarnya masih banyak layanan weblog yang lain, namun saya memilihkan beberapa yang sudah sangat dikenal luas dan komunitas yang sudah cukup baik. Sekarang terserah bagaimana kesukaan saja dalam memilih akan nge-Blog dimana.

Komunitas Blog

Saat ini, weblog tidak hanya menjadi sebuah fenomena teknologi, namun telah berubah menjadi gaya hidup ( life style ). Jika beberapa tahun lalu orang berlomba-lomba membuat situs pribadi (yang mempopulerkan beberapa layanan situs gratisan seperti Geocities, Tripod, AngelFire, dan sebagainya), maka sekarang adalah jamannya weblog. Weblog tampaknya lebih menggiurkan ketimbang situs pribadi konvensional, karena pengelolaan content-nya yang sangat mudah, cepat, dan praktis. Coba bandingkan dengan situs pribadi yang dibangun secara manual dengan bahasa HTML standar، ءukup merepotkan. Mungkin inilah sebabnya, jumlah pemilik weblog jauh lebih banyak ketimbang pemilik situs pribadi konvensional.

Sebagai gaya hidup, komunitas weblog pun semakin banyak yang tumbuh di internet. Nah, jika tidak mau ketinggalan dengan salah satu fenomena yang sedang ngetrend di internet, memiliki situs pribadi yang berisi catatan harian, segeralah membangun blog. Jika perlu, bergabunglah dengan komunitas blog yang disukai, untuk memperluas pergaulan Anda di dunia maya.

Selamat nge-Blog.

Muhamad N. Ikhsan,
Nge-Blog di:
http://muhamadikhsan.multiply.com

Pustaka


Aksi

Information

49 responses

20 09 2006
bank al

Ide bagus tuh menyarankan guru untuk nge-blog.
Hanya saja, siapa yg bayarin internet koneksinya ? Gaji guru saat ini kebanyakan masih belom cukup untuk bayar internet lho.

20 09 2006
Muhamad Ikhsan

Ya, kalo dilihat dari sisi ketidakberdayaan dan ketidakmampuan guru sih selamanya nggak akan mampu.

Tapi saya kok heran, kenapa orang selalu saja memandang kalau guru itu dalam kelompok yang termarginalkan (atau sengaja memarginalkan dirinya sendiri). Jarang sekali memandang guru sebagai sebuah profesi yang layak. Saya percaya manusia hidup dari pikiran, cita-cita dan kemauannya. Jadi selama dia berpikir nggak mampu selamanya nggak akan mampu.

Toh, bukannya ada keinginan dari pemerintah buat meningkatkan kesejahteraan guru (lewat UU Guru dan Dosen). Harus juga diperjuangkan realisasi anggaran 20% untuk pendidikan.

Yang semuanya kalo dijalankan dengan benar dan nggak ada korupsi, masalah seperti gaji guru yang minim, kemampuan IT guru yang masih dibawah rata-rata, biaya internet yang mahal bisa diatasi dengan peningkatan gaji guru, pelatihan kemampuan ICT (Information, Communication & Technology) juga membuat warnet di sekolah yang terjangkau oleh guru dan siswa.

Mimpi nggak sih? saya pikir nggak…

29 09 2006
feha

tapi mungkin pertanyaan mudahnya adalah berapa persen guru yang sudah melek komputer dan Internet….

Saya sempat berurusan dengan sebuah sekolah yang tergolong unggulan di Jakarta. Namun sayang mayoritas guru disana masih sangat gaptek dengan komputer, bahkan ada yang memegang mouse dengan 2 tangan

5 10 2006
yaser

Angkat dua jempol deh saya mas… idealnya guru emang harus ngeblog, sayangnya biaya internet masih mahal sih. Situ sih enak rejekinya emang diatas guru rata2..🙂 http://www.islamicindia.blogspot.com

9 10 2006
Deni Triwardana

Yup… Setuju Kami di SMK Negeri 3 Jakarta akan mengadakan pelatihan tentang ini tujuannya setiap guru si sekolah kami punya blog untuk dimanfaatkan sebagai sumber dan juga media belajar, mohon izin jika saya mengambil sumber dari blog Anda ya… Mas…

9 10 2006
Muhamad Ikhsan

OK, silahkan Pak Deni

15 10 2006
urip

Saya juga kang Ikhsan…ikutan ngambil tulisan2 di blog ini yah untuk belajar dan pembelajaran.

18 10 2006
hesty

wah lumayan niy buat nambah wawasan dunia maya…
hi…99x

20 10 2006
Fajar

Ikut salut buat Mas Ikhsan,😉
Btw mengenai koneksi internet yang mahal sebenarnya ada solusi mudah untuk sekolah, secara singkat kita bisa membuat sekolah menjadi online (baca: terhubung ke internet) dengan sangat murah bahkan untuk koneksi 24 jam. Kebetulan saya memiliki warnet (di Daerah Cilegon, http://natnit.net/warnet/dejavu ), dan berawal dari sini juga saya sedang mengupayakan agar bangsa ini bisa melek internet. Jika dari teman2 sekalian ada yang berdomisili di wilayah Cilegon/Serang/Pandeglang/Anyer, saya akan sangat senang jika dapat berbuat sesuatu untuk membantu “berkenalan” dengan internet.
Mari terus berupaya berbuat yang terbaik untuk masa depan bangsa…

20 11 2006
aryanto jamaica

saya anak FISE UNY, jurusan P. Adm Perkantoran tahun 04, saya kebingungan karena saya mendapatkan tugas dari dosen saya yaitu pak saliman, membuat sebuah artikel tentang rekonstruksi kurikulum, hal ini berbasic dari kurikulum yang berlaku sekarang yaitu KTSP, sedangkan penjelasan dan data-data tentang KTSP ini belum terlalu valid.

Menurut saya suatu kurikulum harus memperhatikan keadaan masyarakat secara langsung, mungkin dari segi kelengkapan sarana dan prasarana dan kemampuan peserta didik dalam menerima penerapan kurikulum itu sendiri.

23 11 2006
dedemit Jawa

wah mahasiswa ne pak saliman thoo.
Sabar wae yah🙂

KTSP dah ada ref terbaru loh

Buku nya terbitan Penerbit ROSDA

4 12 2006
iin

Halo pak Ikhsan,

coba tebak, skripsi saya adalah ttg pengaruh blog dlm peningkatan ketrampilan berbahasa asing. Postingan bpk tersebut di atas menarik sekali lho. hmm..barangkali kita bisa berkorespondensi?

mohon bantuannya plz thanks

21 12 2006
templank

wew, artikel anda sangat membatu saya… sip..ok thakns

18 01 2007
Cenko

Salam sorry nih, terima kasih sekali atas artikel nya,koz sangat membantu sekali untuk tesis saya,n kl ga kebertan boleh donk saya konsultasi dengan anda ttg masalah blog, tesis saya ttg “pengaruh media webblog pengajar terhadap peningkatan mutu pendidikan siswa” mohon solusi dan masukannya. terima kasih harap di balas salam

15 04 2007
ardlian

aloo…
bagus bos…
lo boleh kapan kapan kita diskusi YM
di darkstar_cc
taks….

17 04 2007
Eko Wahyudi

Saya sepaham dengan anda dan saya mohon izin jika saya mengambil sumber dari blog Anda .

21 05 2007
ipung chayank

ga cuma guru yang perlu ngeblog, semua orang perlu, tapi dalam kasus guru, blog penting untuk menyalurkan segala uneg-uneg yang mungkin ga bisa keluar ke sesama guru, juga untuk menampung segala ide-ide kreatip yang mungkin bisa membantu orang lain. tapi yang paling penting si, buat aktualisasi diri jiwa pendidik nya itu sendiri. jadi, blog itu perlu

6 06 2007
Toto Hernawo

Minta Artikelnya buat ditaroh di blog TP yup.. thanks b4 ;o

11 07 2007
A Supanda

Saya salut dengan kreativitas sampeyan mas….
Artikelnya bagus-bagus, saya jg minta izin sama seperti teman2 lain, karena artikel2nya mau sy jadikan referensi.
Semoga sukses selalu tuch….

16 08 2007
Guru, Blog, dan Profesionalisme « JALUR LURUS

[…] Blog bagi guru, selain bisa didesain sebagai ajang aktualisasi diri — meminjam istilah Abraham Maslow — juga bisa dimanfaatkan untuk berdiskusi, sharing pengalaman, atau publikasi hasil penelitian dan inovasi pembelajaran. Ini artinya, blog sudah sangat cukup untuk mendukung pengembangan profesionalisme guru. Bukankah blog sangat erat kaitannya dengan dunia tulis-menulis? […]

6 09 2007
Yunus Anis

Setuju sekali dengan saran cerdas ini. Bagaimanapun sudah saatnya guru-guru kita menjadi tenaga pengajar yang produktif, yang mampu menularkan semua keahliannya melalui berbagai media. Malu rasanya jadi murid dari guru yang gaptek. Soal dana untuk hal ini saya kira sekarang bukan lagi persoalan besar. saya lihat tarif sewa layanan internet di beberapa warnet relatif sangat terjangkau oleh guru. semoga saran ini benar-benar bisa memotivasi guru-guru kita untuk membuat blog.

7 09 2007
pelecehan pendidikan

Ratusan wali murid SMP YIMI Gresik yang beralamat di jalan Letjen Suprapto 76 Gresik kemarin pada tanggal 6 September 2007 mengadakan sebuah pertemuan untuk menentang rencana pemecatan 49 orang guru oleh pimpinan Yayasan Malik Ibrahim yaitu Hasan Syahab. Pertemuan yang juga dihadiri oleh segenap wali murid siswa, serta komite sekolah dan juga disaksikan oleh wakil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Gresik serta Dewan Pendidikan Gresik (DPG) berlangsung sangat menegangkan. Dikarenakan alasan yang digunakan sebagai dasar pihak yayasan untuk memecat guru-guru tersebut sangat tidak masuk akal. Hal ini didasari oleh munculnya surat edaran tertanda tanggal 5 september 2007 yang berisikan pilihan kepada seluruh dewan guru antara memilih untuk terus bergabung dengan yayasan atau mengundurkan diri. syarat untuk terus bergabung dengan pihak yayasan Malik Ibrahim adalah mengikuti aturan yang telah ditetapkan diantaranya mendukung untuk tidak mengikuti ujian nasional. Jelas sekali hal ini ditolak oleh semua wali murid, karena apabila murid-murid SMP YIMI gresik tidak mengikuti UNAS maka darimana mereka akan mendapatkan ijasah yang sah dan legal dari pemerintah untuk melanjutkan ke pendidikan selanjutnya? bagaimanakah masa depan mereka itu nanti? inilah pertanyaan yang meresahkan hati para wali murid.

ide untuk tidak mengikuti UNAS ini muncul dari direktur YIMI yaitu Munif Chatib dan jajaran konsultannya diantaranya Mardjuki dan Vita wardhana. setelah adanya konfirmasi langsung kepada Munif Chatib oleh seorang wali murid melalui telepon selular dinyatakan bahwa hal itu tidak jadi masalah karena dia sudah menyiapkan 400 orang guru cadangan untuk menggantikan mereka yang dipecat. Hal ini juga ditolak keras oleh wali murid yang berarti bahwa ada sebuah konspirasi antara pihak yayasan dan direktur. Pihak Yayasan Malik Ibrahim yang siang itu diwakili oleh Halim selaku sekretaris yayasan terus membantah semuanya, namun setelah didesak oleh wali murid akhirnya dia mau mengakui juga.

Akhir dari pertemuan ini ditutup dengan sebuah kesepakatan yang berisi (1) Munif Chatib dinonaktifkan selaku direktur beserta jajaran konsultannya karena dianggap tidak kompeten untuk menangani bidang pendidikan, (2) Semua guru tetap dipertahankan, (3) Surat edaran tentang pemecatan guru dicabut (4) SMP YIMI tetap mengikuti UNAS sesuai dengan aturan pemerintah.

Salah seorang wali murid yang juga seorang Kepala Sekolah SD dan pelatih program IAPBE menyatakan bahwa di YIMI telah terjadi pelecehan terhadap pendidikan, dimana semua aturan pendidikan dapat dirumuskan seenaknya oleh munif chatib selaku direktur tanpa memperhatikan peraturan pemerintah diantaranya lagi ialah menolak kurikulum KTSP, sering memberhentikan guru secara sepihak, menolak semua program pelatihan guna peningkatan SDM Guru dan karyawan sekolah dan mengancam akan memecat apabila guru tetap bersikeras mengikuti pelatihan tersebut hal ini pernah dibuktikan adanya ancaman pemecatan terhadap wakasek Nur Hadi, S.S karena mengikuti program kerjasama Indonesia dan Australia IAPBE. menolak konsep Manajemen berbasis sekolah dibuktikan dengan tidak diikutsertakannya seluruh lapisan guru dalam perancangan RAPBS.

Hal ini tidak terjadi di SMP YIMI saja melainkan juga pada TK YIMI dan MI YIMI dimana 8 orang guru TK dan 28 Orang guru MI mendapatkan ancaman yang serupa dengan seluruh guru SMP YIMI Gresik. Apabila empat tuntutan tersebut tidak dipenuhi samapi batas waktu yang ditentukan yaitu hari jum’at tanggal 7 september 2007 pukul 13.30 maka semua wali murid akan membawa kasus ini ke meja hukum dan menarik semua siswanya berikut uang pendidikan yang selama ini dibayarkan menurut K.H Zakaria selaku ketua komite

15 11 2007
rohman

kalo aku, wajib hukumnya guru2 puny aBlog. karena pentingbanget

13 12 2007
rbaryans

Setuju….
dan saat nya sekarang saya copy tulisan saudara untuk kebutuhan pembelajaran…
santai saja mas ihsan…sumber dijamin akan disertakan…

2 01 2008
hendradp

KEREN MAS KEREN MAS. KARENA SKRIPSI SAYA BLOG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN. MUNGKIN SAYA BIS BELAJAR BANYAK DARI ANDA. MOHON KERJASAMANYA

16 01 2008
Setiawan

Suatu hari saya sempat ngobrol ngalor ngidul dengan rekan sejawat tapi beda profesi. Dia seorang Supervisor di Perusahaan BUMN Penjual Pupuk. Dari obrolan ringan, berlanjut menjadi obrolan sedikit serius seputar honor yang kami terima,

“Denger-denger kamu ngajar ya, Di?” Tanya Haris membuka obrolan.

“Iya, nih! Cuma ngajar 12 jam per minggu doang kok!” Jawabku agak seret.

“Mayan dong, sebulan bisa 48 jam dikali berapa? Rp.15K,-? Jadi Rp.720K ya?” Kata temenku menganalisa.

“Ngawur kamu!! Kalo gitu itungannya, enak gua Ris!! Gajiku itu cuma RP.180.000,-!!” Kataku menjelaskan. “Tadinya aku pikir begitu, tapi ternyata 12 jam itu itungan sebulan, meski pada kenyataannya kita tiap hari mengerjakan pekerjaan yang tidak ada hubungan dengan profesi kita, tetep aja gajiku segitu…”

“Murah banget! Katanya jadi guru kesejahteraannya udah meningkat?”

“Itu Guru PNS, Ris. Guru Honor mah jadi kuli!! Yah, jangan salahkan kalo guru honor kerjanya setengah hati. Yang PNS aja banyak yang males-malesan. Gimana gak setengah hati Ris? Dia harus ngebut cari objekan lain, termasuk aku. Makanya aku masih mo nerima job ‘kan Ris, meski statusku disebut Guru..” Jelasku panjang lebar.

“Wah, susah juga ya? Tapi kenapa guru honor sepertimu gak langsung ciao aja, cari kerjaan lain kek, apa kek, yang lebih menghargai skill kamu? ” Tanya Haris memancing opini.

“Banyak faktor Ris yang menyebabkan guru atau tenaga honorer lainnya tetep begini. Pertama, mungkin karena gak ada kerjaan lain, kedua, bisa jadi gak punya keahlian lain buat ngobjek, terakhir bisa jadi karena hutang budi karena disekolahkan ke jenjang lebih tinggi..” kataku, “Untuk kasusku, masih mending Ris, aku masih memiliki pekerjaan sampingan, memiliki keahlian yang bisa aku manfaatkan jadi duit, sehingga profesi guru dengan gaji kecilpun tetep aku jabanin..”

“Di, untuk kasusmu mungkin pengecualian, tapi gak semua guru bisa seperti kamu ‘kan?” tanya Haris sambil menyeruput Kopinya.

“Bener Ris, oleh sebab itu jadi guru itu butuh keiklasan. Tapi harga sebuah keiklasan dan pengabdian ternyata murah sekali. Padahal guru itu memiliki tanggungjawab yang sangat besar, dipundak mereka dipikul harapan banyak orang, banyak orang Ris..!! harga yang tak sepadan dengan beban yang harus ditanggung!” Jelasku panjang lebar kembali.

“Kamu udah berapa lama jadi guru honor Di?” Tanya Haris.

“Baru 4 bulan Ris. Mungkin aku gak lama lagi jugs ciao..Mo ngumpulin duit dulu. Entar kalo memang nasibnya jadi guru, pasti jadi guru ‘kan Ris. Tapi guru yang PNS. Minimal ngobjeknya dikurangi kalo dah PNS” Jawabku diplomatis.

“Yang penting, gimana caranya dapur tetap ngebul, ngajar tetep jalan, meski gak optimal. Kalo gitu kapan dung pendidikan kita mo maju kalo begini..?” kata haris seperti bertanya pada diri sendiri.

“Kapan-kapan Ris, kapan-kapan..” Jawabku enteng.

Salah satunya mungkin berisi uneg-uneg juga ‘kan Pak De?

11 02 2008
metty lowissa

wah se7 bgt saya dgn anda semua. guru kudu nge-blog. kl nggak pasti goblog…ehehee sori gak segitunya lah….

salam kenal buat semua ya…esp. guru-guru setanah air.

saya juga guru neh di Solo. status lagi nggak jelas (GB abis pemberkasan nunggu pengangkatan cpns)…huhhh…gak jls bgt tha..?!##$^^@@^&*#

oh ya, visit my blog plz…it’s
http://www.kakainsideblog.blogspot.com

trus masuk ke shoutbox or post komentar gt ya. ntar pasti kita jadi link deh..
ta tunggu ya prenz. GBU all.

21 02 2008
Kenapa Guru Perlu Nge-Blog? « Guru Belajar Menulis

[…] Kenapa Guru Perlu Nge-Blog? Kenapa Guru perlu Nge-Blog? […]

29 03 2008
suhadinet

Guru perlu ngeblog?
Saya baru dua hari bikin blog. Masih dalam tahap belajar… Tahap belajar? ya belajar Pak Ikhsan, Karena sebagai guru, kita (saya) punya curiousity tentang blog. Bukan karena ikut-ikutan tren, atau takut ketinggalan oleh siswa-siswanya yang udah ngeblog. Tapi karena memang suatu kebutuhan.
Banyak hal yang bisa kita peroleh lewat blogging.Tulisan anda bagus. terus nulis ya Pak!

29 05 2008
Puada

setuju komunitas guru memang perlu berkreasi dengan fasilitas yang sudah ada ….tinggal guru kita bagaimana apakah yang didaerah terpencil sana sudah paham dengan adanya fasilitas ini mungkin kita butuh sosialisasi kemarin saya berharap JARDIKNAS jaringan pendidikan nasional bisa memfasilitasi ternyata belum he he he

5 06 2008
maftuh

aku sih setuju-setuju aja dengan ide bahwa guru perlu “ngeblog-ngologgan”. namun sayangnya, apalagi mo buat sejauh itu, la wong untuk ngetik di microsoft word ja masih pada belon tau. perlu da political will terutama dari pemerintah agar guru-guru diberi pelatihan untuk belajar itu semua. hidup guru!!!!

20 10 2008
Pentingnya Guru NGE-Blog « SHAMIR’S WEB BLOG

[…] by samiranshamir on October 20, 2008 KENAPA GURU PERLU NGE-BLOG? Oleh : Muhamad Ikhsan http://wijayalabs.blogspot.com/2008_01_01_archive.html Blog menjadi […]

19 12 2008
5 01 2009
GROSIR PULSA MURAH

numpang lewat mas,mbak,bu,pak,om dan tante guru…
ngeblog juga bisa buat tambahn penghasilan.
awal dari ngeblog skrg q dah bisa bikin web, nah lumayan kan
tiap bulan arder 5-10 web, ongkosnya 600-1jt/ web
nah lumayan kan
di sekolah q cmn dapet 450rb plus plus plus paling banter 1jt/bln
kalo ga bisa dapet tambahan paling tidak mengurangi pengeluaran
neh cara hemat konsumsi pulsa milik temen guru, kreatif juga bisa nyambi jasa design web, kali za ada yang perlu.

29 01 2009
Herry

Permisi…
Artikel ini sangat menarik. Minta izinnya untuk pasang artikel ini di situs sekolah kami
Tapi maaf saya saya lakukan edit agar lebih singkat. Tentu tetap dengan sorce link.
Terima kasih…

29 01 2009
Herry

Uups…Maaf, situs sekolahnya: sdnbenhil12.co.cc/
Cheers…

10 03 2009
galing

boleh saya minta cp dr bpk. Muhamad Ikhsan, karena rencana saya dan tim divisi saya dalam perusahaan , akan membuat program pelatihan blog bagi para guru. trmksh.

20 08 2009
APA ITU BLOG? « KlubUntukKita

[…] APA ITU BLOG? By Padis Kenapa Guru perlu Nge-Blog? […]

5 09 2009
Guru Ngeblog: Mengapa Tidak? | Agupena Jawa Tengah

[…] Blog bagi guru, selain bisa didesain sebagai ajang aktualisasi diri — meminjam istilah Abraham Maslow — juga bisa dimanfaatkan untuk berdiskusi, sharing pengalaman, atau publikasi hasil penelitian dan inovasi pembelajaran. Ini artinya, blog sudah sangat cukup untuk mendukung pengembangan profesionalisme guru. Bukankah blog sangat erat kaitannya dengan dunia tulis-menulis? […]

21 09 2009
Yadi Utama

Salam Blogger. Dari Komunitas Blogger Unsri http://blog.unsri.ac.id

30 05 2010
smansa

Salam mas M Ikhsan,

1. ijin memposting tulisan Anda ke blog saya
2. saat ini untuk guru SBI/RSBI memiliki blog interaktif pembelajaran boleh
dibilang bersifat WAJIB. Bersediakah Anda mengulas blog interaktif ini ?
Insyaallah akan sangat bermanfaat bagi kita semua.
3. Bilingual dan ICT: seberapa efektifkah ?

Terima kasih.

17 07 2010
Catatan Sawali Tuhusetya

[…] Blog bagi guru, selain bisa didesain sebagai ajang aktualisasi diri — meminjam istilah Abraham Maslow — juga bisa dimanfaatkan untuk berdiskusi, sharing pengalaman, atau publikasi hasil penelitian dan inovasi pembelajaran. Ini artinya, blog sudah sangat cukup untuk mendukung pengembangan profesionalisme guru. Bukankah blog sangat erat kaitannya dengan dunia tulis-menulis? […]

29 11 2010
sari

nice post
please visit this
repository unand
thanks….

11 08 2012
MUHAMMAD IQBAL BLOG. PENDIDIKAN ISLAM DAN PENGETAHUAN « saifulunmuha

[…] Kenapa Guru perlu Nge-Blog? – Tuesday, September 12, 2006 – Teknologi Pendidikan […]

1 09 2012
yusba

ehem,, like this,,,,,
sangat isnpiratif,,,
mohon izin share ya bg,,.. ^^

kami juga baru buat blog,, kalau ada waktu boleh singgah ke rumha maya kami,, di
asampeutik.blogspot.com ^^

22 07 2013
lushacres

This website was… how do I say it? Relevant!! Finally I’ve found something that helped me. Thanks a lot!

23 07 2013
belgravia villa

Nice answers in return of this query with solid arguments and explaining
everything about that.

29 11 2013
AnanPurwaditama

setuju..

16 08 2015
Raphael Kevin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: