Buku Terlarang Itu Bernama Komik

12 09 2006

Muhamad Ikhsan

Berbicara soal kesusastraan Indonesia tidak lepas dari perbincangan tentang komik. Komik??! Iya komik. Memang bacaan ini sering dianggap rendah oleh berbagai kalangan, bacaan anak-anak, racun bagi perkembangan bahasa anak karena sarat akan makian dan kata-kata kotor.

scottmccloudTapi Scott McCloud dalam : The Invisible Art, HarperCollins Publishers, New York, 1993. Mengatakan, ”Tidak seharusnya buku komik seperti itu!” Dan memang seharusnya komik tidak seperti itu.

Komik sering menjadi bacaan pinggiran yang terpinggirkan sehingga banyak orang tua dan guru meng”haramkan”membaca dan membawa komik ke sekolah. Anggapan yang sering muncul komik adalah cerita anak yang sangat sederhana, miskin seni, dan bahasa. Ia juga lantas ”dituduh” sebagai ”racun”, makian ”Bedebah, Jahanam, Bangsat!” yang sering dilontarkan tokoh pendekar komik Indonesia seperti Si Buta dari Goa Hantu, Panji Tengkorak, Godam, dan Gundala dalam kisah-kisahnya kemudian ”mencampakkan” posisi komik sebagai bahaya sehingga ia harus dienyahkan dari perpustakaan sekolah. Ya, komik jadi bacaan terlarang di sekolah. Sehingga jasa komik sebagai awal anak untuk membaca buku teks dilupakan. Padahal nyaris masa kecil tiap anak hampir selalu diawali dengan komik.

Sejarah Komik Indonesia

Komik seperti yang kita lihat sekarang ini mulai memasuki sejarah Indonesia mulai tahun 1930-an. Itupun masih berupa komik strip yang di cetak pada sebuah surat kabar Melayu-Cina, Sinpo berjudul Si Put On, saat itu Kho Wang Gie menjadi penulis pertama dalam surat kabar yang terbit pada Sabtu, 2 Agustus 1930. Komik ini bertahan selama 30 tahun, istirahat sebentar sewaktu Jepang berkuasa (tahun 1942 sampai 1946) muncul lagi di majalah Pantjawarna dan Harian Warta Bhakti, namun akhirnya harus menyerah kalah pada rezim Orde Baru saat Gestapu tahun 1965. Kho Wang Gie dengan karyanya memberi banyak inspirasi bagi komikus Indonesia lainnya untuk berkarya ditengah serbuan komik impor seperti Flash Gordon, Superman, Tarzan. Para komikus seperti RA Kosasih dengan komik Sri Asih juga Adisoma dengan komik Jakawarna. Tapi kembali komik mendapat cap sebagai bacaan terlarang, dianggap tidak mendidik karena banyak aksi kekerasan dan adegan buka-bukaan. Bahkan memasuki tahun 1955 dilakukan pembakaran komik secara massal oleh pemerintah. Razia pun banyak dilakukan ditaman-taman bacaan. Saat itu Komik dinilai tidak bagus karena terlalu menganggap mengadaptasi budaya barat.

Pada tahun 1956-1963 mulai menjamur kembali komik-komik yang menampilkan tokoh-tokoh dunia perwayangan. RA Kosasih kembali berjaya dengan sejumlah cerita yang ia munculkan seperti Mahabarata dan Ramayana. Pada saat yang muncul pula karya-karya lain selain dari Karya RA Kosasih. beberapa diantaranya yakni Raden Palasara karya John Lo dan Ulam Sari karya Ardisoma.

Memasuki tahun 1960-an komik Indonesia diwarnai dengan cerita-cerita kehidupan Metropolitan, gegar budaya dan menganggap Jakarta sebagai contoh mimpi kehidupan menyebabkan komik-komik pada jaman tersebut banyak mengambil tema-tema percintaan remaja sehingga hal tersebut menimbulkan adanya razia yang dilakukan Polisi pada tahun 1967.

Usai tema percintaan rupanya komik tidak habis nafas, kemudian muncul komik superhero gelombang kedua yang diusung sejumlah komikus seperti Ganes TH dengan Si Buta Dari Gua Hantu-nya, Hans Jaladara dengan Panji Tengkorak-nya, dan Djai dengan Jaka Sembung-nya. Padahal dimasa itu muncul juga serbuan komik-komik import seperti Superman dan Spiderman.

Komik Indonesia mengalami masa surut pada tahuan 1980-an. Saat itu komik Indonesia boleh dikatakan kalah pamor dengan serbuan komik asing, terutama komik manga dan produk-produk anime dari Jepang. Komik Indonesia juga sulit diproduksi atau mungkin banyak penerbit lebih suka menerbitkan komik impor. Hingga mulai sekitar tahun 1994 komik Indonesia bangkit walau tampaknya masih terengah-engah, dimulai dengan komik underground juga bermunculan situs-situs komik baik komik underground maupun komunitas komik seperti Komikaze, newmedia, MKI, Bajing Loncat, Indicomic, Komik Online, dan masih banyak komunitas komik lainnya. Hingga akhirnya berhasil dengan sukses mengadakan Pameran Komik dan Animasi Nasional yang dilakukan tahun 2000.

Komik Sebagai Media Pembelajaran

Komik merupakan media, media penyampaian ide, gagasan dan bahkan kebebasan berpikir. Isi pesan dari komik itu lah yang menjadi kunci. Selama komik belum lagi menemukan kunci sebagai media yang mengedukasi sepertinya penran kucing-kucingan antara pembuat komik, pembaca dan orang tua dan sekolah di sisi lain akan terus berlangsung.
Lain halnya bila kita melihat kondisi komik di negara Jepang misalnya, di negara yang warganya super sibuk tersebut maka komik dijadikan sebagai sebuah pilihan media penyampai pesan yang efektif. Komik di sana tidak hanya untuk kalangan anak-anak namun juga untuk remaja bahkan dewasa. Sehingga tak jarang ada batasan umur bagi pembaca komik. Imbas yang kita alami adalah, beredarnya komik Crayon Sinchan karya Yoshito Usui ini di Indonesia sebetulnya di negeri asalnya Jepang adalah bacaan dewasa. Karena ada film kartunnya (dan tokoh utamanya seorang bocah) lantas diimpor begitu saja dan diterbitkan ini sebagai bacaan anak. Setelah muncul pendapat miring muncul ke masyarakat, baru komik Sinchan diberi label oleh penerbitnya ”untuk 15 tahun ke atas”. Sehingga cap komik sebagai buku terlarang kembali lancur digelar. Namun ternyata di Jepang, komik sudah bukan benda yang asing digunakan sebagai media pembelajaran, bahkan beberapa buku sekolah di Jepang menggunakan media komik.

Sebenarnya komik dapat menjadi media pembelajaran yang sangat efektif. Sebagai contoh untuk menjelaskan konsep-konsep yang sangat abstrak dan memerlukan objek yang konkrit pada beberapa mata pelajaran. Misalkan fisika, kimia atau matematika. Atau memberi penggambaran yang konkrit pada masa lalu pada satu kejadian sejarah misalnya. Komik Fisika ide dari Yohanes Surya dengan membawa komik ala manga dengan tokohnya, Archi dan Meidy ini bercerita tentang dua orang anak kembar yang menjalani kehidupan sebagai anak sekolah dasar. Segala kejadian dalam kehidupan mereka di sekolah dan rumah, sesuai dengan konsep dari ilmu-ilmu dasar fisika. Petualangan yang terjadi juga diselingi dengan humor-humor segar. Orangtua Archi dan Mediy digambarkan sebagai seorang pekerja. Ayahnya, Handi Susilo, seorang arsitektur. Sementara itu, ibunya, Tamara Susilo, seorang disainer. Mereka mempunyai kakak laki-laki yang bernama Anim. Sementara itu, Archi dan Meidy mempunyai guru ahli fisika, Profesor Yosu. Tokoh Profesor Yosu ini mengambil karakter dari Yohanes Surya sendiri. Yosu sendiri mempunyai saingan bernama Profesor Adolf, yang juga seorang ahli fisika. Merupakan media yang mengasyikkan sekaligus bisa mendidik anak untuk belajar Fisika.

peter van dongen-rampokan jawaAtau komik yang membawa cukilan sejarah tahun 1946 pasca kemerdekaan RI, Rampokan Jawa karya Peter van Dongen dari Belanda ini juga sangat menarik sebagai media pembelajaran sejarah. Dengan gaya penggambaran fotografisnya dilukis dengan sedemikian detil dan indahnya. Sekilas mengingatkan akan Komik Tintin yang populer di Indonesia.

Jadi mari kita melihat, bahwa media bukanlah pesan. Sedangkan isi pesan dapat disesuaikan dengan kapasitas kemampuan tiap individu untuk menerimanya. Komik merupakan media yang sangat diminati anak dengan gambar dan cara bertuturnya yang lugas, mengapa harus menjadi bacaan terlarang? Memang kontrol terhadap isi pesan itu perlu dilakukan tapi bukan dengan melarang dan menjadikan komik sebagai buku terlarang.

Kalau begitu, ayo bangun komik pendidikan.


Aksi

Information

19 responses

27 09 2006
wiznu

Setuju lah kit membangun komik pendidikan tapi ….!!!! apa anak² bakalan suka baca komik pendidikan….??? Hmmm…

27 09 2006
goeve

setuju banget coz aku suka baca apa ajah gara2 keseringan baca komik😀

27 09 2006
Deni Triwardana

Terus terang sebelum kelas 1 SD saya dah bisa baca, bacaan pertamanya adalah komik

28 09 2006
Hotimah

Pengembangan komik sebagai media pembelajaran sangat diperlukan. Mengingat dewasa ini banyak anak-anak (terutama usia SD dan SMP) yang mengkonsumsi komik. Pengaruh dari pengkonsumsian komik itu dapat dilihat dari kemampuan menggambar mereka, bahkan sampai daya khayal atau imajinasi yang mengacu pada ceriita-cerita komik yang dibacanya. Padahal komik yang dibaca belum tentu baik (malah emang ngga baik)…Untuk menyelamatkan mereka, maka pengembangan media komik sebagai media pembelajaran saya rasa menjadi perlu. Tapi yang disayangkan, kurangnya pemahaman dan kesadaran pembuat-pembuat komik ke arah tersebut. Komik berbasis pendidikan (media pendidikan) sangat jarang sekali ditemukan. Bener g?

28 11 2006
hary

Memang benar, anak akan cepat menemukan pesan lewat gambar komik, melalui gambar itu pula mereka akan terangsang imajinasinya. Jadi komik tidak perlu dilarang, dikontrol saja isinya

2 12 2006
Norma

Wah, komik itu kayanya bisa meningkatkan apresiasi siswa akan mata pelajaran yang bersangkutan. Misalnya aja komik pangeran Diponegoro udah dibuat, mungkin si anak yang semula rada sulit menghapal, tinggal mengingat adegan apa yang tergambarkan dalam komik tersebut…lagian, bukankah orang lebih mudah mengingat sesuatu jika disajikan dalam bentuk visual ? saya mau deh ikutan berpartisipasi untuk memajukan komik pendidikan di Indonesia…

16 01 2007
xy3

klo qta bc komik ad ngaruh sama kemampuan menggambar qta g?

2 04 2007
aan

dr doelu kala kuliah sy dah pengen bikin comic sbg media pbljrn,
ampe skrg jg masih punya keinginan tsb. lanjuuut….
pasti ngaruh sama kemampuan gambar qta,
cuma niat g qta mau berkarya….. thanks.

17 08 2007
eryda

media komix sgt berguna bgt bg ank(tp yg sftny mndi2k lo!). ad sdkit crita neh…ad slh seorg ankdi2k sy yg suka sekali bca komix trutama yg ad ksh2 sjrh gtu deh…pd akhirnya,ia sgt hpl bgt ma bibiografi yg ditulis pke mdia komix. Misal neh…kek komix: Alexander The Great, dll.mk dri itu, jgn slalu anggp bhw komix tu kek candu or kek narkoba. cz apbila dplih jdul2 yg tpat psti akn brguna bg anak jg.

24 08 2007
aiya

klo gta bca komic dijamin dah bakal ilang tu setres.
n gara2 bca komic gw jd bisa gambar loh🙂
yang jelas i like komic

2 10 2007
Ao

Saya setuju bahwa komik bertema pendidikan diperlukan…
selama ini setiap saya ingin menggambar komik, saya selalu bingung dengan tema apa yang akan saya angkat. tak pernah terbersit sekali pun di benak saya untuk mengangkat tema pendidikan. setelah membaca artikel ini, saya jadi tertarik untuk membuat komik yang mengangkat tema pendidikan, khususnya tentang fisika yang mana adalah jurusan saya di universitas…
saya hanya berharap, komik di mata orang tua tidak lagi dianggap suatu bacaan yang tak ada gunanya…tidak semua komik itu buruk, ada juga kok komik yang mendidik ^^

7 04 2008
Teknologi Pendidikan « Purnomohadi’s Weblog

[…] Buku Terlarang Itu Bernama Komik Sambut Tahun Ajaran Baru dengan Kurikulum Baru […]

26 11 2008
Vitran

menurut saya Komik adalah suatu alat yang bisa digunakan oleh pemerintah dalam meningkatkan daya baca masyarakat. tentu saja apabila komik itu memang bermanfaat dan memiliki nilai positif yang mendidik baik terhadap anak – anak maupun kepada masyarakat. apabila pemerintah ddapat meningkatkan daya baca sang anak dari sekarang lambat laun si anak akan terbiasa dengan budaya membaca. target utama dari Komik pendidikan itu bukan hanya kepada anak-anak saja tetapi kepada setiap lapisan masyarakat, mengapa? karena manusia akan lebih cepat mengingat sesuatu dari ingatan visualnya apalagi kalau diterapkan terhadap anak-anak sejak dini….. apabila budaya tersebut dapat dipertahankan dan diterapkan kepada anak sejak dini maka kita akan dapat melihat hasilnya beberapa tahun kedepan dan mudah-mudahan membaca akan menjadi suatu budaya yang tak akan pernah lepas dari masyarakat indonesia. namun semua itu tidak akan berjalan secara sempurna apabila tidak adanya peran serta dan pro aktif ang ditunjukkan baik dari pihak pemerintah maupun dari masyarakat itu sendiri.!!!

25 05 2010
starfish

komik pendidikan emang bagus.. cuma ada yang mengganjal di pikiran saya, saat ini komik atau cergam pendidikan di Indonesia sudah banyak, komik dengan berbagai gaya dan teknik, cuma.. knapa slalu memakai gambar yang imut, kyut atau lucu2.. iya emang itu dilakukan mengingat target audience adalah anak-anak, namun ketika saya berfikir lagi.. apakah harusnya anak-anak itu disajikan dengan gambar yang lbih realistis? agar pengetahuan mereka tentang objek itu (misal apa yang dibahas) menjadi lebih valid? saya juga melihat banyak buku2 ilustrasi dari manca yang lebih menyodorkan realitas pada pembaca anak-anak, dengan penyajian lay out yang menarik namun nggak ndeso..tetap elegan dan orang dewasa pun enjoy buat ikut mbaca juga..

17 06 2010
kang tian

kita semua sepakat saya kira apabila komik dijadikan sarana pendidikan. hanya saja kita harus dapat memfilter mana komik yang positif untuk dijadikan sebagai alat pendidikan dan yang bukan. kitapun perlu ltahu sasaran dari setiap komik yang dijadikan sarana tersebut. bagi anak2 saya kira tidak menjadi masalah apabila dibuat semenarik mungkin (misalnya lucu, imut dll) agar anak lebih terangsang untuk membaca, tapi jangan sampai lepas dari pesan2 pendidikanya. perkembangan intelektual manusia secara psikologis berkembang, …so media or sarana yang disajikan seharusnya sesuai dengan kebutuhan perkembangan manusia (anak2, remaja, dewasa…)

3 11 2010
Puspita

Komik kami jadikan sarana pendidikan, namun sampai hari ini kami hanya membatasi pada komik seri ilmu pengetahuan dan komik sejarah penemuan. Ternyata komik mampu meningkatkan minat baca dan meningkatkan prestasi akademik siswa.

Salam kenal dari Nganjuk Jatim.

18 05 2011
selviya hanna

Nice articles, saya sangat setuju, karena itulah sekarang saya menggeluti dunia komik pendidikan. Kalau berkenan, silakan singgah di blog saya selviya.wordpress.com atau rekan saya, tamanidea.wordpress.com🙂

21 06 2011
riza

saya mau buat komik tentang pendidikan karakter… ada referensi??

11 08 2012
MUHAMMAD IQBAL BLOG. PENDIDIKAN ISLAM DAN PENGETAHUAN « saifulunmuha

[…] Buku Terlarang Itu Bernama Komik – Tuesday, September 12, 2006 – Teknologi Pendidikan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: